Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai

Hari Minggu ini aku ada kejadian aneh. Aku mimpi supaya nelpon temen. Begitu bangun subuh-subuh, aku nunggu agak terang biar lebih panteslah nelponnya. Terus dijawab orangnya di Kaliurang (lereng gunung Merapi). Aku periksa hapeku ternyata dia sms aku, ditunggu di Sambi, Pakem ntar ada yang jemput.





Sekitar jam 8 pagi aku berangkat ke Sambi. Di sana ada pertemuan CB-ers radio 11 meteran jaman tahun 80an dulu (aku masih SMP waktu suka ngebrik dulu). Masih nunggu yang lain dateng aku nongkrong di saung sambil ngeliat Merapi, kebetulan sedang terang tidak ketutup kabut.

Kok aku jadi teringat kisah Nabi Adam 'alaihi sallam. Waktu Nabi Adam 'alaihi sallam mau pergi, beliau menitipkan keluarganya pada gunung, dan gunung menolak. Gunung tidak sanggup menerima amanat untuk menjaga keluarga Nabi Adam 'alaihi sallam.

Nabi Adam 'alaihi sallam adalah manusia pertama di muka bumi, dan bentuk tubuhnya sudah sempurna. Teori yang menyatakan kita keturunan manusia purba adalah tidak benar, ini cerita mengacu dari Al Qur'an, pedoman hidup kaum muslim. Menjalani pertaubatan yang panjang setelah diturunkan ke bumi dari surga oleh Allah. Akhirnya Nabi Adam 'alaihi sallam bertemu Siti Hawa di Jabal Rahmah dekat padang Arafah setelah perjalanan yang panjang. Jabal Rahmah bisa diartikan sebagai bukit kasih sayang.

Aku sampai menangis lho ngeliat Merapi, melankolis banget yah, untung gak ada yang ngeliat. Sepertinya Merapi tersenyum padaku dan aku ingin memeluknya, yah meluknya dalam hati aja, tanganku gak nyampe deh... haha... Ingat sama almarhum Bapakku yang mau mendengar semua ceritaku waktu kesusahan. Dulu, waktu hatiku kacau balau saat aku tinggal di Bogor. Saat semua sudah capek mendengar ceritaku, hanya bapakku berjiwa besar menampung uneg-unegku. Sekarang Alhamdulillah hatiku sudah tenang, tapi Bapakku sudah meninggal. Aku dapat peninggalan dari Bapak, biaya untuk berangkat naik haji. Sekacau-kacaunya aku, hanya Bapak yang tidak pernah menyalahkan aku. Sekarang aku berteman dengan Merapi... orang-orang di sekitarku berat mendengar ceritaku. Sepertinya mereka menyuruh aku melupakan bagian gelap dari hidupku saat aku tinggal di Bogor...

Aku sempet nyanyi lagunya Afghan di Sambi, Terima kasih cinta. Lagu ini kutujukan buat Merapi, yang nampak dari rumahku....


Terima kasih cinta, untuk segalanya
Kau berikan lagi, kesempatan itu
Takkan terulang lagi, semua
Kesalahanku yang telah menyakitimu...